Kini Ilalang Kecil Tak Lagi Sendiri

Sejak kecil Ilalang itu sendirian. Tak punya kawan, tak ada yang melihat, apalagi merawat. Tak heran, Ilalang itu selalu berulah, ingin diakui keberadaannya.

Bangga Menjadi Anak Petani

Pagi hari tak begitu berat bagi Ilalang. Namun, tidak bagi laki-laki paruh baya yang di pagi harinya harus bergegas pergi ke sawah sebagai seorang petani desa. Petani desa tersebut merupakan ayah dari Ilalang. Walau mereka bapak dan anak, namun mereka tak satu atap.

Televisi; hiburan, pendidikan atau perusak moral

Jangan biarkan anak menyaksikan acara yang tidak sesuai dengan usianya. Orang tua menemani sang anak nonton, bukan malah orang tua yang ditemani anak menonton televisi.

Antara Teori mengajar menurut Howard dengan Sepenggal kisah belajar Naruto

Jika ditelusuri lebih dalam, ternyata pendapat yang dikemukakan oleh Sudjana telah diimplementasikan oleh Naruto. Dalam kesehariannya berjalan menapaki kehidupan..

Satu Bulan Dalam Sanubaru Perjuangan

Seorang filsuf dan politikus Prancis bernama Charles de Montesquieu pernah mengatakan, “agar menjadi benar-benar hebat, seseorang harus berdiri dengan masyarakat, bukan berdiri di atas mereka”..

Setiap Tulisan Punya Pasarnya Sendiri

Jangan mengkerutkan dahi dan patah semangat. Ejekan seperti itu bukan menjadi alasan kita menaruh pena dan berhenti menulis. Berpikirlah positif!! Mungkin selerah mereka yang mengejek tulisan kita terlalu rendah, sehingga tidak tertarik dengan tulisan kita yang luar biasa.

Minggu, 03 Januari 2016

Pendidikan dan Ekonomi Masyarakat


Oleh. Rozz Imperata



Kontribusi pendidikan bagi pembentukan corak dan kualitas masa depan peradaban umat manusia tidak dapat dipungkiri lagi, apalagi dinafikan. Pendidikan hingga abad modern ini tetap diyakini sebagai tempat strategis untuk membuka wawasan dan memberikan informasi yang paling berharga mengenai makna dan tujuan hidup sebagai norma-norma yang dipegang, membantu generasi muda dalam mempersiapkan berbagai kebutuhan yang esensial untuk menghadapi tantangan perubahan-perubahan di masa depan, menciptakan keseluruhan visi kehidupan individu, masyarakat dan bangsa. Pendidikan merupakan sistem dan cara meningkatkan kualitas hidup manusia dalam segala aspek kehidupan manusia. Pendidikan sebagai usaha sadar yang dibutuhkan untuk menyiapkan anak manusia demi menunjang perannya dimasa depan.[1]
Pandangan klasik tentang pendidikan pada umumnya disebut sebagai pranata yang dapat dijalankan pada tiga fungsi sekaligus; Pertama, menyiapkan generasi muda yang akan memegang peranan-peranan tertentu dalam masyarakat di masa  depan. Kedua, mentransfer dan memindahkan pengetahuan, sesuai dengan peranan yang diharapkan. Ketiga, mentransfer nilai-nilai dalam rangka memelihara keutuhan dan kesatuan masyarakat sebagai prasyarat bagi kelangsungan hidup (survive) masyarakat dan peradaban.[2]
Dalam kaitannya dengan pelaksanaan pendidikan Pemerintah telah mengatur penyelenggaraan pendididikan di Indonesia melalui perundang-undangan dalam UU No. 20 tahun 2003. Dokumen tersebut menyajikan landasan filosofis, tujuan dan fungsi pendidikan nasional. Bahwa tujuan dari pendidikan nasional adalah membuat individu mampu mengembangkan potensinya secara maksimal, mampu berkontribusi tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat dan bangsanya. Dalam keterkaitan dengan value dari hasil pendidikan, seorang individu yang telah mengalami proses pendidikan harus mampu mencapai nilai kesejahteraan tertentu.

Kreasi dan Inovasi Metode Pembelajaran PAI


 

Oleh. Rozz Imperata



Sejarah Kebudayaan Islam (SKI)

Misi Dakwah Nabi di Mekkah

Metode Kisah + Game Evaluasi Otak Kanan
 

Selayang Pandang Metode Kisah
Metode kisah mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menceritakan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal, yang menuturkan perbuatan, pengalaman atau penderitaan orang lain baik yang sebenarnya terjadi ataupun hanya rekaan saja. Metode kisah yang disampaikan merupakan salah satu metode pendidikan yang mashur dan terbaik, sebab kisah itu mampu menyentuh jiwa jika didasarkan oleh ketulusan hati yang mendalam.[1]
Berkenaan dengan mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), metode kisah ini tergolong sangat tepat. Karena untuk memahamkan seseorang (peserta didik) akan suatu kejadian pada masa lampau atau sejarah, butuh suatu metode yang bisa menyentuh hati pendengarnya. Menurut saya, metode ini hampir mirip dengan metode ceramah, yakni sama-sama auditorial. Akan tetapi metode kisah ini lebih menggunakan sentuhan emosional dan tidak bersifat instruktif, di mana metode ini diharapkan mampu membawa pendengarnya tergugah hatinya ketika sejarah dikisahkan atau diceritakan.

Kamis, 31 Desember 2015

Rinai Harapan Baru di Malam Tahun Baru



Oleh. Rozz Imperata 


Malam ini, malam tahun baru. Suatu malam di mana jalan penuh dengan rombongan menusia di atas kendaraannya, udara mulai panas dan berkabutkan asap kenalpot, serta bisingnya suara-suara baru yang mengiang di telinga. Merayakan malam tahun di luar sana, jauh dari nyamannya selimut di atas kasur, seakan menjadi keharusan. Entah diajak teman, sehingga malu menolak, ataupun karena hasrat sendiri.
Pada malam tahun baru, banyak yang berdoa agar menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya. Namun, kadang doa itu tak sampai di hati, sekedar terucap di ujung lidah. Usai sholat Maghrib, doa dilantunkan. Namun setelah berdoa segera bergegas keluar merayakan tahun baru, kadang sampai berani meninggalkan sholat Isya’, karena takut macet kalau nunggu sholat Isya’. Entah apa yang dimaksud ingin menjadi lebih baik di tahun berikutnya, jika cara yang dilakukan seperti ini.
Tinggalkan sejenak kesenangan di luar sana untuk “muhasabah” koreksi diri. Adapun ingin jalan-jalan menikmati indahnya malam, pastikan sewajarnya saja. Tak perlu membawa kendaraan, jalan kaki lebih menyehatkan tubuh. Tak perlu uang yang banyak, simpanlah di rumah, setidaknya itu bisa mengamankan diri dari intaian pencuri. Tak perlu jauh-jauh karena alasan ramai dan gemerlap kembang api, yang jauh belum tentu aman.
Berbicara tentang koreksi diri atau renungan. Gagne, dalam bukunya The Conditions of Learning, mengemukakan bahwa belajar merupakan sejenis perubahan tingkah laku yang berbeda dari keadaan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan mereka yang berharap dengan doanya untuk menjadi lebih baik lagi di tahun berikutnya. Mereka yang mengalami perubahan (dalam hal ini adalah perubahan ke arah yang lebih baik), maka dapat dikatakan telah belajar. Sebaliknya, mereka yang tidak lebih baik, maka mereka gagal dalam belajar selama setahun.

Selasa, 15 Desember 2015

Mengisi Liburan Ala Rozak Pedia



Aku lupa kapan tulisan ini saya buat. Saat kubaca ini barusan, aku tersenyum malu. Hehe

Libur telah tiba, hore hore, inilah ungkapan kebanyakan orang ketika hari libur menghampiri mereka, khususya bagi Tasya yang menyanyikan lagu itu. Tasya merupakan gadis cilik yang cantik, berpipi tembem yang membuat jutaan pasang mata mengaguminya, termasuk penulis sendiri. Tasya memang mengesankan, tapi kita tidak membahas itu disini!! Ok, kita kembali lagi pada topik utama, yakni “liburan”.

Setelah berbulan-bulan disibukkan dengan kegiatan dan pekerjaan yang bikin mata ngantuk, pinggang encok, dan otak kram (bagi yang berfikir), Liburan adalah solusi yang tepat untuk mengistirahatkan sejenak persendian di sekujur tubuh. Liburan kurang pas kalau tidak jalan-jalan ke tempat yang indah, menghabiskan banyak uang, dan pastinya bersama orang yang dicintai. Namun, itu adalah perkataan orang alay dan tidak sehat. Untuk itu RozakPedia punya beberapa tips berlibur yang sehat dan tidak boros, karena dengan sedikit modal anda sudah bisa jalan-jalan ke tempat yang disukai, mari disimak dengan baik.

Tidur di atas kasur selama berlibur
Banyak orang menganggap tidur di atas kasur dengan waktu yang lama bukan kebiasaan yang sehat. Namun, perlu diketahui bahwa hal itu hanyalah mitos belaka, karena pada realitanya yang merupakan kebiasaan tidak sehat adalah tidur di atas batu, kursi, apalagi di atas rel kereta. Untuk itu, dalam menghabiskan waktu liburan anda yang sedikit megenaskan, anda bisa menggunakan solusi pertama ini, selain tidak perlu mengeluarkan biaya, tidur bisa mengantarkan anda menuju tempat-tempat yang indah dalam mimpi.

Senin, 14 Desember 2015

Kini Ilalang Kecil Tak Lagi Sendiri



Oleh. Rozz Imperata

Sejak kecil Ilalang itu sendirian. Tak punya kawan, tak ada yang melihat, apalagi merawat. Tak heran, Ilalang itu selalu berulah, ingin diakui keberadaannya. Tak seperti yang diharapkannya, Ilalang semakin dikucilkan, ia pun semakin terpuruk dalam kesendirian. Satu dua orang yang datang menyapanya, sekedar memanfaatkannya, kemudian hilang entah kemana.
Ilalang itu merintih, namun orang lain tiada pernah peduli. Sejak ibunya tiada, dekapan kasih sayang tak lagi dirasakannya. Dengan tatapan nanar, Ilalang iri melihat teman-temannya yang masih bisa mengadu dan berbagi cerita kepada kedua orang tuanya. Tak ada lagi yang menjadi pendengar setia untuk mendengarkan aduan si Ilalang kecil. Semua menjauh meninggalkan ia seorang diri.
Orang-orang memanggilnya dengan sebutan ‘Benalu’. Mereka menganggap Ilalang itu hanyalah parasit yang tak berguna. Bahkan seorang guru yang harusnya mendidik, pernah melayangkan tamparan keras dengan sepatu pantofel tepat di wajah si Ilalang. Si Ilalang terdiam, ia sadar akan kesalahannya. Ilalang mencoba beranjak dari keterpurukannya, berharap semua orang akan menerimanya sebagai teman.
Delapan tahun berlalu. Dalam masa-masa itu, Ilalang bertemu dengan orang-orang yang menginspirasinya untuk bangkit. Seorang dokter yang bijak, mengajarkan Ilalang akan pentingnya berbagi. Diklat pelajar yang pernah diikutinya, membuat ia bertemu dengan motivator yang punya segudang cara menggapai kesuksesan. Hingga duduknya Ilalang bersama mualaf ‘mantan pendeta Hindu’, yang mendorongnya untuk hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.